Virus Flame atau Skywiper, yang ditemukan oleh Kaspersky Lab dan disebut-sebut sebagai virus terumit di dunia bisa jadi merupakan virus yang diciptakan oleh negara tertentu untuk menyerang negara lainnya.
Sejumlah analis, termasuk Eugene Kaspersky yakin virus yang berukuran 20MB itu sengaja diciptakan sebagai "senjata penyerang" jika melihat "sasaran dan wilayah" perkembangan dari virus itu.
"Hasil analisi teknis kami mendukung hipotesis bahwa Skywiper telah diciptakan oleh sebuah lembaga dari sebuah negara yang mempunyai dana dan tenaga yang mumpuni, dan bisa jadi berhubungan dengan perang," kata Crysys Lab, sebuah unit investigasi virus komputer dari Budapest University, Hongaria.
Sementara menurut analisis Kaspersky Lab Flame lebih banyak ditemukan di sistem komputer di Iran, negara yang sebelumnya menjadi sasaran serangan virus Stuxnet. Virus Stuxnet dicurigai dikirim oleh Israel dan Amerika Serikat untuk mengganggu sistem pengayaan nuklir Iran.
Tetapi apakah virus baru, yang 20 kali lebih besar dan rumit dari Stuxnet ini kembali menyasar Iran?
Menurut laporan AFP, kemungkinan itu tidak bisa dinafikan karena hanya beberapa bulan sebelum ditemukan oleh Kaspersky itu, Iran telah mengumumkan keberhasilannya menghentikan penyebaran sebuah virus yang menyasar sejumlah data di server komputer negeri itu.
Flame sendiri telah lima tahun "beroperasi" di dunia maya.
Meski demikian, virus itu bukan diciptakan untuk merusak komputer atau sistem tertentu tetapi lebih kepada fungsi "intelijen", untuk mencuri data dengan merekam pembicaraan, mengambil gambar "screenshot", melacak ketikan pada keyboard, melacak sinyal WiFi, Bluetooth, dan USD.
"Informasi yang dikumpulkan dari sebuah jaringan komputer raksasa tidak pernah disusun serapi itu," terang Crysys Lab.
Maher, seoerang anggota tim keamanan komputer Iran (CERT) mengatakan bahwa Flame mempunyai hubungan yang dekat dengan Stuxnet. Stuxnet juga berhubungan dekat dengan Duqu, virus pencuri data yang menghebohkan pada September 2011, yang juga dipercaya digerakan oleh negara tertentu.
Akan tetapi Crysys Lab mengatakan bukti teknis untuk menghubungkan Flame/Skywiper dan Stuxet atau Duqu belum bisa menyimpulkan apa-apa. Meski memiliki komponen yang sama tetapi ketiga virus itu mempunyai perbedaan; Flame tidak menyebar secara otomatis, tetapi digerakan oleh pengendali yang tersembunyi.
Maher, dalam pernyataanya, mengatakan sejumlah lembaga di Iran telah mendapatkan peranti lunak yang bisa mendeteksi dan menghapus virus Flame sejak awal Mei silam.
Selain di Iran, Flame juga ditemukan di wilayah Tepi Barat, Palestina, Sudah, Suriah, Lebanon, Arab Saudi, dan Mesir.
Sumber : http://www.beritasatu.com



