Salurkan hobby Sports : (Bola, Basket, Tenis Billiard, Golf , Cricket), Live Casino, Keno, Lotere, Poker dll hanya di M88. Klik JOIN SKRG untuk mulai bermain dan menang.

Dan lihat panduan cara daftarnya DI SINI! MAIN, PREDIKSI, DAN MENANG.

Minggu, 03 Juni 2012

Virus Flame Dibuat Untuk Serang Iran

Bukan diciptakan untuk merusak komputer atau sistem tertentu tetapi lebih kepada fungsi "intelijen".

Virus Flame atau Skywiper, yang ditemukan oleh Kaspersky Lab dan disebut-sebut sebagai virus terumit di dunia bisa jadi merupakan  virus yang diciptakan oleh negara tertentu untuk menyerang negara lainnya.

Sejumlah analis, termasuk Eugene Kaspersky yakin virus yang berukuran 20MB itu sengaja diciptakan sebagai "senjata penyerang" jika melihat "sasaran dan wilayah" perkembangan dari virus itu.

"Hasil analisi teknis kami mendukung hipotesis bahwa Skywiper telah diciptakan oleh sebuah lembaga dari sebuah negara yang mempunyai dana dan tenaga yang mumpuni, dan bisa jadi berhubungan dengan perang," kata Crysys Lab, sebuah unit investigasi virus komputer dari Budapest University, Hongaria.

Sementara menurut analisis Kaspersky Lab Flame lebih banyak ditemukan di sistem komputer di Iran, negara yang sebelumnya menjadi sasaran serangan virus Stuxnet. Virus Stuxnet dicurigai dikirim oleh Israel dan Amerika Serikat untuk mengganggu sistem pengayaan nuklir Iran.

Tetapi apakah virus baru, yang 20 kali lebih besar dan rumit dari Stuxnet ini kembali menyasar Iran?

Menurut laporan AFP, kemungkinan itu tidak bisa dinafikan karena hanya beberapa bulan sebelum ditemukan oleh Kaspersky itu, Iran telah mengumumkan keberhasilannya menghentikan penyebaran sebuah virus yang menyasar sejumlah data di server komputer negeri itu.

Flame sendiri telah lima tahun "beroperasi" di dunia maya.

Meski demikian, virus itu bukan diciptakan untuk merusak komputer atau sistem tertentu tetapi lebih kepada fungsi "intelijen", untuk mencuri data dengan merekam pembicaraan, mengambil gambar "screenshot", melacak ketikan pada keyboard, melacak sinyal WiFi, Bluetooth, dan USD.

"Informasi yang dikumpulkan dari sebuah jaringan komputer raksasa tidak pernah disusun serapi itu," terang Crysys Lab.

Maher, seoerang anggota tim keamanan komputer Iran (CERT) mengatakan bahwa Flame mempunyai hubungan yang dekat dengan Stuxnet. Stuxnet juga berhubungan dekat dengan Duqu, virus pencuri data yang menghebohkan pada September 2011, yang juga dipercaya digerakan oleh negara tertentu.

Akan tetapi Crysys Lab mengatakan bukti teknis untuk menghubungkan Flame/Skywiper dan Stuxet atau Duqu belum bisa menyimpulkan apa-apa. Meski memiliki komponen yang sama tetapi ketiga virus itu mempunyai perbedaan; Flame tidak menyebar secara otomatis, tetapi digerakan oleh pengendali yang tersembunyi.

Maher, dalam pernyataanya, mengatakan sejumlah lembaga di Iran telah mendapatkan peranti lunak yang bisa mendeteksi dan menghapus virus Flame sejak awal Mei silam.

Selain di Iran, Flame juga ditemukan di wilayah Tepi Barat, Palestina, Sudah, Suriah, Lebanon, Arab Saudi, dan Mesir.


Sumber : http://www.beritasatu.com

Read more »

Sabtu, 02 Juni 2012

Virus Flame

virus flame
Virus Flame, Perang panjang di dunia maya antara Amerika Serikat dan Iran semakin meningkat di tengah kebuntuan mengenai program nuklir kontroversial Teheran.

Virus Flame, yang muncul belum lama ini, diduga merupakan bagian dari percekcokan tersebut. Namun Washington diduga  memiliki alat yang jauh lebih canggih, kata beberapa ahli keamanan.

"Negara besar dengan lembaga mata-mata besar telah menggunakan jenis teknik ini selama lebih dari satu dasawarsa," kata James Lewis, pejabat senior yang memantau teknologi di Pusat bagi Kajian Strategis dan Internasional (CSIS) di Washington.

Lewis mengatakan mata-mata dunia maya tersebut bukanlah senjata tetapi sangat efektif sebagai alat intelijen dan dapat menghindari masalah dengan pengawasan tradisional seperti pesawat mata-mata.

"Jika Anda harus memilih antara ini dan seorang pilot yang bermanuver dijalan-jalan Teheran, ini jauh lebih disukai," katanya.

Lewis menyatakan virus Flame lebih primitif dibandingkan dengan yang diduga dimiliki dinas intelijen AS.

"Saya berharap bukan AS yang mengembangkannya sebab itu tidak terlalu canggih,"imbuh  Lewis.

Ia menyatakan Israel juga memiliki kemampuan yang sangat maju, dan itu barangkali berarti Flame dikembangkan di negara “lapis kedua".

Namuan beberapa pengulas menganggap Flame sangat canggih. UniTelekomunikasi Internasional (ITU) menyatakan virus tersebut jauh lebih rumit dibandingkan dengan ancaman maya yang pernah ada sebelumnya.

Johannes Ulrich, ahli keamanan komputer di SANS Technology Institute,mengatakan Flame adalah alat yang agak kuno dibandingkan dengan jenis perangkat jahat lainnya. Namun, kemungkinan virus tersebut adalah versi kasarnya yang masih dapat dikemas jadi versi lebih canggih.

"Bagian teknologi tersebut tak sehebat itu, dan saya kira itu agak dibesar-besarkan dalam beberapa laporan," kata Ulrich.

Dari mana tepatnya perangkat jahat itu berasal tak mungkin diketahui hanya dari kodenya, kata Ulrich.

"Itu tak memperlihatkan satu pihak saja," katanya. "Apakah itu satu pemerintah atau satu kelompok penjahat, sulit dijelaskan," katanya.

Sachs mengatakan Flame bukan alat sabotase seperti virus Stuxnet, yang mengincar sistem kendali di Iran. Namun Flame lebih menyerupai perangkat mata-mata yang berusaha mengumpulkan properti intelektual. Tetapi tetap dapat menjadi alat pengawasan oleh satu pemerintah asing.

Baik AS maupun pemerintah Israel belum secara terbuka mengakui mereka ‘mensahkan' Flame, kendati seorang menteri senior Israel mengatakan penggunaan perangkat lunak guna menghadapi rencana nuklir Iran sangat beralasan.

Sementara itu, militer AS telah mengakui sedang mengerjakan sistem perang maya baik yang bersifat bertahan maupun menyerang.

Lembaga Proyek Penelitian Pertahanan di Pentagon telah mengungkapkan beberapa perincian mengenai "Rencana X"-nya, yang disebutkan program perang maya mendasar. 

sumber :http://www.beritasatu.com

Read more »

Baca Juga Artikel Terkait